Ini bisa bikin kamu kaya kalau bener jalaninnya.. fokus ya!!
oleh grow win
Salah satu kunci untuk maju dalam hidup itu adalah manajemen waktu. Orang-orang yang sangat sukses, mereka itu sangat baik dalam manajemen waktu. Nah, di sini saya akan jelaskan lima hal yang kamu perlu alokasikan secara waktu supaya hidup kamu bisa lebih maju. Yang pertama itu adalah waktu untuk merenung, ya. Jadi, kamu harus punya waktu di mana kamu ini merenungkan hidupnya kamu. Jadi, ibaratnya kalau kita hidup ini kan kita ada di dalam kendaraan badan kita. Kita ngelihat keluar dari badan kita ya.
Jadi kalau misalnya kita main game, kita kan bisa lihat karakternya. Kalau kita enggak bisa lihat diri kita sendiri, tapi bisa kita bayangkan. Nah, yang pertama kita harus bayangin tujuan jangka panjang kita ini apa. Jadi si karakter ini ya, tubuh ini nih jangka panjangnya kita mau apa sih sebenarnya dalam 20 tahun, dalam 30 tahun? Kita renungkan. Ini bisa dilakukan seminggu sekali ataupun sebulan sekali. Kalau saya seminggu sekali di hari Minggu saya alokasikan waktu sekitar 1 jam itu buat benar-benar merenungkan tujuan jangka
panjang saya apa, kemudian jangka pendeknya apa, supaya itu bisa tercapai, kemudian tiap bulannya harus ngapain. Nah, ini kalau misalnya kamu pengin hidup lebih terarah, ini wajib kamu renungkan ya. Jangan renungkannya sembari melakukan kegiatan yang lain. Kamu harus benar-benar alokasikan waktunya. Misalnya habis nonton video ini 1 jam benar-benar renungin dan kamu lakukan secara rutin dari bulan ke bulan ataupun tadi minggu ke minggu juga enggak masalah. Kemudian yang selanjutnya adalah merenungkan aktivitas
setiap hari. Nah, kalau ini dilakukannya setiap pagi. Jadi sebelum memulai kegiatan, kamu tulis semua yang perlu kamu kerjakan. Ada pendingan ini, pendingan itu, project A, project B. Tulis semuanya. Terus lihat prioritasnya yang mana nih. Pilih tiga yang jadi prioritas yang harus selesai hari itu juga. Sisanya non prioritas. Ya, ini adalah caranya Jeff Bezos ya. Saya juga belajar dari Jeff Bezos, pendiri Amazon. Dia melakukannya seperti ini dan ini sangat-sangat efektif. Dan satu lagi, setelah harinya berakhir, kamu review
hari ini udah ngapain aja ya? Bisa dilakukan lebih baik enggak? Misalnya prioritasnya ABC, setelah kamu renungkan kayaknya sebenarnya prioritasnya itu ABD. Nah, ini buat koreksi di besoknya. Jadi, setiap hari kamu renungkan makin lama makin tajam. Begitu udah 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, lama-lama kamu terbiasa metakin apa yang menjadi prioritas di awal hari, kemudian di akhir hari di-review. Kemudian yang bisa direfleksikan juga itu adalah terkait dengan teknik yang kamu pelajari. Misalnya saya, saya belajar dari Elon
Mask. Kalau kita mau menetapkan satu target yang besar ya dalam jangka panjang misalnya 5 tahun sampai 10 tahun, coba kita pikirkan gimana caranya supaya ini bisa tercapai dalam 6 bulan. Awalnya mungkin kita terlihat, "Ah, ini enggak mungkin nih, ini mah pasti lebih dari 6 bulan." Tapi kalau kita pikirin pasti ada aja caranya. Nah, walaupun ini tidak tercapai dalam 6 bulan, progresnya ini bisa jadi jauh lebih banyak tertimbang yang tadinya kita punya target itu 5 tahun ataupun 10 tahun.
Nah, ini saya juga merenungkan ya. Setiap kali ada waktu kosong saya lakukan perenungan, saya merenungkan ini. Saya udah menerapkan ini atau belum ya? Ya, sama juga dengan tekniknya Jeff Betsos yang tadi. Setiap hari ada tiga prioritas. Tulis dulu semuanya. Fokusnya ke tiga prioritas. sisanya non prioritas. Saya juga merenungkannya supaya makin lama makin tajam dalam implementasi teknik. Jadi, apapun yang kamu pelajari kamu harus masukin dalam waktu perenungan. Kamu renungin ini sudah diimplementasikan atau belum.
Karena kalau tidak direnungkan nanti akan lewat begitu aja ya. Karena kalau kita belajar apapun kalau enggak diimplementasikan enggak ada yang berubah di dalam hidup kita. Kemudian hal yang kedua itu adalah waktu mengisi otak. Nah, ini kan saya sudah tekankan berkali-kali. Yang membedakan orang yang sangat kaya konglomerat dengan kamu ataupun saya, salah satunya itu adalah ilmu di dalam kepalanya. Isi kepalanya apa? Kalau misalnya kamu lihat konglomrat dari Hongkong, Likaseng kaya sekali ya. Dia sangat sukses dengan
bisnisnya yang banyak. Yang bedain itu apa sih di luar dari jaringan kenalan dan lain-lainnya? Salah satunya isi kepalanya. Dia ada ilmunya. Dia tahu caranya manajemen banyak bisnis. Bisnisnya semuanya besar. jaga orangnya gimana, pegang generalnya gimana. Dia ada ilmu-ilmu yang kita enggak ada. Ya, makanya kita harus buas dalam menambah ilmu. Semakin di bawah kita, apalagi semakin minus kita di dalam hidup kita, semakin buas kita harus di dalam menambah ilmu. Dan ini ada banyak ya. Yang pertama misalnya baca buku. Saya
kan sudah pernah bilang kalau CEO itu secara rata-rata ada datanya baca buku itu bisa 2 sampai per bulan. Saya sekarang per bulan baru satu sampai dengan du, tapi saya usahakan juga sampai tiga ataupun empat. Dan ini bisa kamu terapkan juga karena satu buku ini mungkin kamu baca 1000 halaman misalnya ya, katakanlah buku yang sangat tebal. Mungkin enggak semuanya itu bisa jadi yang kamu implementasikan di dalam hidup kamu. Mungkin cuman satu paragraf dari satu halaman, tapi itu impact-nya bisa sangat
besar. Jadi jangan meremehkan kekuatan dari membaca, ya. Dan di luar dari membaca juga banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menambah ilmu. Misalnya ikut workshop, nonton course, ya. Misalnya ikut course di Growing, belajar ilmu teknis bisnis, ataupun ketemu orang baru yang ilmunya pengin kamu pelajarin, kamu tanya-tanya itu juga bisa. Atau dengerin podcast edukasi dari pebisnis atau misalnya nonton podcast seperti ini, ya. Ini juga salah satu cara untuk menambah ilmu, mengisi otak kita supaya
kita makin lama hidupnya bisa lebih baik lagi. Tapi yang perlu saya tekankan di sini, kita mempelajari sesuatu kalau tidak diimplementasi di dalam hidup kita, tidak dieksekusi, enggak ada yang berubah. Jadi, itu adalah tugasnya dari kamu ya. Setelah kamu catat, kamu renungkan, kamu harus pastikan itu tereksekusi supaya hidup kamu bisa berubah. Dan kamu harus punya sifat growth mindset. Kan saya sudah pernah bilang ya, mindset itu ada dua, mindset fix dan juga mindset growth. Fix itu merasa segala sesuatunya memang sudah
seperti itu. Orang pintar karena dia punya talent. Jadi, Cristiano Ronaldo itu jago karena memang badannya diciptakan oleh Tuhan supaya badannya ini menjadi pemain yang jago. Itu fix mindset. Tapi kalau growth mindset, segala sesuatu itu mungkin. Jadi misalnya lihat Cristiano Ronaldo bisa, oke berarti gua bisa nih. Apa nih yang dia lakukan? Oke, dia setiap hari latihan fisik gila-gilaan, oke gua latihan fisik. Dia obses mempelajari teknik-tekniknya. Oke, gua obses juga gitu. Jadi kita ngelihat sesuatu dan
kita tahu bahwa kita juga bisa sebenarnya ke arah sana. Asalkan kita mau. Nah, mindsetnya harus seperti itu. Karena tidak ada yang tidak bisa kalau kita memang benar-benar niat. Dan ini kamu bisa alokasikan terserah dari kamu. Kalau saya biasanya setiap hari sebelum tidur sekitar 1 jam itu saya alokasikan untuk ngisi otak. Ada orang-orang yang alokasinya setiap pagi, ada juga yang setiap weekend. Itu terserah yang penting ada waktunya. Karena satu hal yang ingin kita hindari adalah kita hidup dari tahun ke tahun sampai 20
tahun ke depan itu otaknya isinya sama. Bayangkan kamu yang sekarang udah tahu misalnya dunia crypto, udah tahu Bitcoin gitu ya. Kalau kamu hidup kembali di tahun 2015, hidup kamu akan berubah karena isi otaknya berbeda dan keputusan yang kamu ambil akan berbeda. Kalau misalnya dari 2015 sampai dengan sekarang isi otak kamu sama aja, enggak ada yang ditambah, ya mungkin kamu hidupnya masih sama-sama aja, bahkan mungkin lebih buruk ya, jauh lebih buruk dari kondisi kamu sekarang. Jadi, kamu harus buas menambah ilmu. Kemudian yang
ketiga adalah waktu eksplorasi. Nah, ini banyak orang yang juga enggak alokasikan ya. Orang banyak sekali yang ada waktu jalan-jalannya tapi jalan-jalannya ke tempat yang sama. Jadi, misalnya pergi ke mall, perginya ke mall yang sama, itu-itu aja. Pergi makan sama keluarga, pergi makannya di tempat yang sama, itu-itu aja. Enggak ada tempat baru yang dieksplorasi. Kenapa? Karena tujuannya adalah untuk bisa menciptakan divergent thinking ya. Pikiran kamu tuh supaya bisa keluar dari pola pikir yang
sekarang. Supaya kalau kamu pikirin ide, kamu kepikiran ide-ide di luar dari yang kamu kepikiran sekarang. Ada solusi-solusi baru yang terpikirkan. Caranya gimana? Di dalam keseharian kamu perkenalkan hal-hal baru ke otak kamu. Contohnya kalau misalnya pergi ke luar, coba pergi ke museum. Kalau belum pernah pergi ke museum, coba pergi hiking. Kalau belum pernah hiking, coba pergi diving kalau belum pernah diving sebelumnya. Ini kan hal-hal baru. Kamu akan melihat hal baru, merasakan hal baru, ya. Otak kamu akan terdorong ya
untuk juga merasakan hal baru tersebut. Atau misalnya kalau enggak mau sesuatu yang bayar, ya. Karena tadi kan hiking, diving itu mahal, ya. Misalnya dalam keseharian kamu pergi makan ya, kamu pergi makan sama keluarga atau setiap weekend pergi makan. pergi makannya di tempat yang berbeda. Misalnya restoran di cabangnya di Jakarta Barat sekarang. Nah, coba cari dia punya cabang di tempat yang lain supaya jadi tempat yang berbeda, pengalaman yang berbeda, jalannya berbeda. Ya, pindah-pindah tempat ini juga salah satu caranya.
Jadi, kamu melihat hal yang baru terus, bukan yang sama terus itu-itu terus gitu. Dan yang terakhir dari sisi mencoba hal baru. Nah, sekarang kita tahu bahwa pertumbuhan teknologi ini kan gila-gilaan ya. Dalam beberapa tahun terakhir ada AI. Dorong diri kamu untuk pelajari hal baru. Ya, saya pribadi juga sama misalnya oh ada chat GPT. Saya cobain chat GPT itu apa, yang berbayar tuh gimana? Oh, ada cloue. Bedanya apa sih? Oh, ada Grocknya Elon Mas. Apa itu? Bedanya apa ya? Oh, ternyata bisa bikin
karakter ya. Bisa seperti apa ya? Dicoba supaya kita merasakan hal baru, melihat hal baru. Terus ada 11 labs. Oh, 11 labs ini ternyata bisa saring suara sampai benar-benar bagus ya. Terus ada lagi runway ML ya. Ada lagi lovable bisa bikin aplikasi cuman ketik-ketik prom doang. Pelajarin supaya otak kamu juga terdorong ya. Punya pengalaman baru, punya referensi berpikir yang baru. Balik lagi tujuan utamanya ya, divergent thinking. Jadi kamu harus punya waktu yang kamu alokasikan. untuk eksplorasi
hal baru. Terserah alokasinya pengin kapan ya. Pengin sebulan sekali, 2 bulan sekali atau pengin rutin. Kayak tadi saya bilang, makanannya kamu beda-bedakan. Kalau misalnya pergi makan, restorannya dibeda-bedakan terserah. Yang penting kamu ingat bahwa kamu harus ada waktu untuk eksplorasi hal baru. Kemudian selanjutnya adalah waktu untuk ketemu orang baru. Ya, ini mungkin kamu juga sudah tahu ya, sesuatu yang kisia lah ya. Your network is your networth. Ya, kalau misalnya jaringan pertemanan kamu luas, peluang yang
datang ke dalam hidup kamu itu juga lebih banyak kemungkinan yang datang. Jadi, kamu harus secara proaktif mendorong diri kamu supaya kamu bisa nambah banyak teman. Kamu bisa ikut workshop, bisa ikut komunitas. Dorong diri kamu untuk berkenalan dengan orang lain. Ya, jangan seperti orang yang dia ikut seminar, dia cuma nontonin seminarnya, terus dia pulang. Padahal yang paling berharga adalah networknya. seminar bisnis. Berarti orang-orang yang mau bisnis, yang punya bisnis itu datang. Justru itu kesempatannya untuk
kenal dengan orang baru. Apa gunanya orang baru? Selain peluang baru bisa datang ya ke dalam hidup kita lewat orang-orang baru ini, kita juga bisa belajar hal baru, ilmu baru, pengalaman baru. Dan secara umum kenal sama siapa aja itu bagus untuk kita untuk menambah pemikiran yang baru juga. Orang banyak sekali yang tendensinya, "Oh, kita harus kenalnya cuman sama orang-orang yang sangat sukses." Saya pernah bilang, "Memang betul kita lebih sering berinteraksi dengan orang-orang yang
lebih sukses dari kita supaya kita istilahnya ketularan. Tapi dalam hal berkenalan, kenalanlah dengan semua orang. Bahkan dari orang-orang yang jauh di bawah kita, ya misalnya kita ketemu orang di jalanan deh, ada tukang parkir misalnya, itu kita juga bisa belajar hal baru dari dia kalau lagi ngobrol. Misalnya kita tanya, "Pak, kalau parkir ini Bapak biasanya dari jam berapa sampai jam berapa kerjanya? Biasanya orang kasih berapa sih? Oh, 2.000. Terus kamu bisa ngitung, "Oh, ternyata tukang
parkir dapatnya segini ya." Atau enggak dia pernah ngelihat kejadian-kejadian yang kamu enggak pernah lihat di jalanan. Kadang bisa kasih kita wawasan baru yang kita enggak sangka-sangka. Jadi, jadi jangan pernah menganggap remeh ya seseorang karena dia punya statusnya ataupun dia keuangan di bawah kita, itu seakan-akan dia enggak bisa kasih kita insight baru. Jadi, berkenalanlah dengan siapapun. Ini juga sebenarnya saya mengutip dari kata-kata Jeff Bezos ya. Kita bisa belajar dari siapapun kalau kita benar-benar mikirin
dalam ya siapapun itu bisa kasih kita pelajaran baru ke otaknya kita. Dan dalam berkenalan dengan orang itu ada istilah yang namanya saya suka sebut social capital ya. Jadi kita menambahkan kita punya poin secara sosial ya teman-teman kita kita buka gitu ya walaupun sekarang kita enggak kepakai sama sekali. Kita ngerasa kok cuman kenal-kenal doang enggak ada gunanya. Tapi dalam 10 tahun, 20 tahun kita enggak tahu pada saat kita jalan mungkin kita butuh satu koneksi tertentu yang di mana oh ternyata orang ini pernah
berkenalan dengan kita, punya impresi bagus, akhirnya bisa bersinergi atau ada peluang bareng yang digarap ke depannya kita enggak tahu ya. Makanya ya kita kumpulin aja social capital ya nilai dari network kita itu dari sekarang karena jangka panjang mungkin aja kepakai. Kemudian yang terakhir itu adalah waktu untuk bersedekah. Nah, ini juga banyak orang yang mungkin belum rutin melakukan, tapi mungkin kamu di sini ada yang sudah melakukan. Ini sebagai pengingat untuk kamu. Dan ini balik lagi ya, karena orang punya
kepercayaan yang berbeda-beda. Kalau dari saya, saya percaya dengan kekuatan sedekah di mana sedekah itu bisa membantu meringankan jalan yang kita lewati. Ya, jadi kalau misalnya ada rintangan-rintangan itu bisa terbukakan dengan kita bersedekah. Kadang-kadang ada ide yang tiba-tiba terpikirkan, ada orang datang bantu, ada bantuan tiba-tiba datang yang kita enggak sangka-sangka. Itu bagian dari kekuatan sedekah. Kalau misalnya kalian ada cerita tentang kekuatan bersedekah ini bisa tulis di kolom komentar ya, supaya
teman-teman yang lain juga bisa lihat gitu, bisa belajar dari pengalamannya kalian. Tapi saya pribadi juga percaya dengan ini karena saya sudah pernah jelasin ya di video-video sebelumnya tentang bersedekah itu memang bisa membukakan jalan pada saat kita menghadapi kesulitan. Dan bersedekah ini ada banyak modelnya ya, enggak cuman dari sisi uang. Orang kan mikirnya sedekah itu uang, Pak. Saya uangnya aja udah mau nol, ada utang. Enggak cuman dalam bentuk uang. Ada banyak. Sedekah bisa kasih makanan, masakin makanan atau
enggak kita sedekah waktu ke orang-orang tua yang misalnya ada di yayasan dia pasangannya sudah meninggal terus anaknya tinggal enggak mau urus, kita datang temenin dia, ngobrol-ngobrol sama dia, itu juga sedekah. mentoring orang secara karir, secara bisnis itu juga sama kita membantu orang lain, membuat hidupnya lebih baik. Itu adalah salah satu bentuk dari sedekah juga. Kita tahu bahwa kita hidup di dunia ini semuanya terbatas ya. 100 tahun dari sekarang kita semua sudah meninggal. Saya sudah
enggak ada. Kamu yang nonton ini semuanya juga udah enggak ada ya. Dan hidup kita ini sebenarnya ya memang segini aja ya. Mungkin 80 90 tahun kalau lebih bisa sampai 100 tahun. Tapi setelah itu kita sudah pergi. Alangkah baiknya ya kita juga berpikir setelah hidup ini ada apa nih yang akan terjadi? Ada enggak yang kita bisa lakukan sekarang yang nanti bisa kita tuai hasilnya ketika kita pergi meninggalkan bumi ini? Yaitu ya kita berbuat baik, kita membantu orang supaya yang kita tabur ini nanti bisa kita tuai. Tapi ini
balik lagi ya, setiap orang punya kepercayaan yang berbeda-beda. Ada yang mungkin enggak percaya apa yang dilakukan di bumi ini akan efek ketika kita meninggalkan bumi ini. Tapi ya bagi kalian yang percaya ya, kalian juga harus berpikir dari sisi ini. Ya, kita juga menabuh untuk di sana nanti ketika kita meninggalkan bumi. Karena memang waktu kita di sini itu singkat. Tapi di luar dari itu ya, kalau kita berbuat baik ini efeknya akan domino. Dunia akan menjadi lebih baik lagi. Karena kalau misalnya kamu sekarang berbuat baik,
kamu nanti jadi sukses, kamu tetap berbuat baik, bersedekah, orang-orang yang menjadikan kamu sebagai panutan akan mengikuti yang kamu lakukan dan dunia akan menjadi lebih baik lagi. Efeknya akan domino. Jadi, kira-kira ini adalah lima waktu ya yang harus kamu alokasikan yang menurut saya penting supaya kamu bisa maju dalam hidup. Yang pertama, waktu merenung, waktu untuk mengisi otak kamu, waktu eksplorasi hal baru, waktu ketemu orang baru, dan waktu bersedekah. Kembali lagi saya tekankan di sini, kamu catat. Kalau kurang jelas,
dengerin ulang dan implementasikan di dalam hidup kamu. Karena kalau kamu cuma dengar doang, berasanya wah keren gitu ya, berfantasi kalau hidup kamu sudah berubah, itu enggak ada yang berubah. Sampai kamu implementasikan baru hidup kamu bisa berubah. Semoga membantu ya.
Komentar
Posting Komentar